Perebutan Takhta antara Toyota dan Honda

JAKARTA – Alvin Bahar (Honda Racing Indonesia) dan Haridarma Manoppo (Toyota Team Indonesia), tengah mempersiapkan strategi ciamik untuk bisa menjadi raja di putaran ketujuh Kejuaraan Nasional Indonesia Touring Car Race (ITCR) Max yang berlangaung Minggu (1/12).

Kedua pembalap senior tersebut saat ini memiliki kesamaan poin di papan klasemen, mereka berdua sama-sama mengoleksi 61 poin. Artinya, laga final yang akan berlangsung di jalan raya BSD Tangerang, akan menjadi saksi baru bagi siapa saja yang mampu menyentuh garis finish lebih dulu.

Melihat peta kekuatan yang dimiliki keduanya, terdapat keunggulan dari dua penantang tersebut. Alvin Bahar boleh saja mengaku tidak melakukan improvement pada mobil balapnya, tapi untuk menjegal Haridarma yang sudah dua tahun merajai kejuaraan bergengsi tersebut, sudah sepatutnya ayah Avila Bahar ini meracik strategi baru agar bisa unggul dan meraih kemenangan di putaran terakhir.

Bagi Haridarma Manoppo, pembalap yang juga memiliki segudang pengalaman ini tidak bisa menganggap enteng lawannya. Memang saat seri keenam yang berlangsung di Sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat, Haridarma unggul telak lantaran Alvin Bahar divonis jump start oleh steward. Namun, untuk seri penentu ini, Haridarma juga harus mengerahkan strateginya agar bisa berada di depan Alvin Bahar.

Haridarma Manoppo, Toyota Team Indonesia

Melihat dari performa mobil yang dimiliki dua pembalap hebat tersebut, masing-masing telah membuktikkan kemampuannya. Honda Jazz milik Alvin Bahar, terlihat mengalami banyak peningkatan sejak pengaplikasian mesin DOHC yang mereka sematkan di ruang mesin. Sementara Toyota Team Indonesia, meski sempat terkatung-katung di putaran kelima karena kalah dari Honda Racing Indonesia, mulai menemukan kembali ritme permainan setelah TRD Indonesia bersama Anton Hudijana melakukan serangkaian racikan baru dan berhasil membuktikan mereka pantas menang pasca vonis intake manifold yang dianggap terlarang.

Kalau bisa saya katakan, kunci utama dari laga pamugkas adalah perolehan superpole. Mengapa? Dengan memperoleh superpole, maka satu poin sudah milik pembalap tersebut, dan keunggulan lain yang didapat adalah bisa memulai balapan di depan lawannya. Sehingga strategi start yang bagus juga mempengaruhi keberhasilan pembalap pada tahap pembuka balapan.

Selanjutnya, menjaga ritme permainan di atas lintasan bisa juga mempengaruhi keberhasilan yang akan diraih. At least, dua sampai tiga lap awal harus dimanage dengan baik. Ini berpengaruh pada pola kerja mesin dan tingkat keausan ban yang menipis dari lap ke lap. Dengan menjaga hal tersebut, paling tidak pembalap bisa mengamankan tahap kedua dari keseluruhan jalannya balapan.

Tapi jangan lupa, ketika semua racikan mesin dan strategi telah diterapkan, ada satu faktor lagi yang menghantarkan pembalap tersebut menang atau tidaknya. Faktor keberuntungan, menjadi hal yang tidak boleh dilupakan. Dewi Fortuna harus senantiasa memayungi pembalap tersebut agar bisa menjadi raja di seri pemungkas.

Alvin Bahar, Honda Racing Indonesia

Melihat kapabilitas kedua ‘Macan Sentul’, akhir pekan ini (1/12) akan menyuguhkan persaingan yang menarik. Masing-masing kubu sudah pasti ingin menang. Toyota Team Indonesia ingin mempertahankan takhta, Honda Racing Indonesia harus berjuang untuk mengakhiri puasa gelarnya.

Jadi, siapa pilihan kalian yang akan menang? Honda Racing Indonesia atau Toyota Team Indonesia?

You may also like...

Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *