Pasang Surut Prestasi Dokter Balap Fadli Ananda

JURUBALAP – Balapan tidak hanya menceritakan tentang keberhasilan, tetapi balapan juga menceritakan tentang proses kegagalan dalam pertandingan. Fadli Ananda, pembalap asal Makassar, merasakan betul dua hal itu pada putaran kedua gelaran Indonesia Sentul Series of Motorsport (ISSOM).

Rasa optimis bisa juara sudah ada di angan-angan pembalap yang juga berprofesi sebagai seorang dokter tersebut. Namun rupanya, hal itu tidak terjadi lantaran mobil Honda Jazz yang dikendarainya, mengalami kerusakan di bagian pintu depan kanan robek lantaran ditabrak mobil lain. Itulah balapan, have a little surprise!

Kecewa, jelas kecewa, raut wajah Fadli Ananda terpancar kekecewaan yang begitu besar. Pasalnya, kekecewaan tersebut dikarenakan sebelum mobilnya masuk parc ferme, ia tengah berada di posisi kedua dan siap untuk naik podium. Andai ia naik podium, ini merupakan podium pertamanya di balapan satu merk tersebut, karena di seri pertama lalu, ia juga gagal naik podium kebanggaan.

“Jadi enggak dapat poin di HJSC, dan ini kali keduanya HJSC kita enggak dapat poin. Padahal saat itu posisi saya sedang ada di P2, tapi ada sesama pembalap yang menabrak mobil saya, hingga akhirnya tidak bisa melanjutkan balapan,” ujar Fadli Ananda.

Terkendala di balapan pertama tersebut, sempat membuat Fadli Ananda khawatir apakah mobil yang rusak bisa kembali diperbaiki untuk melanjutkan ke balapan yang kedua (ITCR 1500). Tim mekanik pun berkerja sangat sigap, perlengkapan yang dibutuhkan langsung mereka kerahkan dan melakukan pengerjaan secepat kilat agar hasrat balap dokter yang juga seorang drummer ini terpenuhi untuk balas dendam.

Perjuangan belum usai, Fadli yang melakoni balapan dengan mobil ala kadarnya, harus berjibaku dengan pembalap lain yang notabene mobilnya lebih sehat. Hal tersebut bukan sebuah ganjalan, justru ada sebuah motivasi yang kuat dalam diri dokter untuk menghasilkan prestasi di putaran kedua ini.

“Tim mekanik yang bisa menyiapkan mobil saya dalam waktu satu setengah jam, itu menurut saya amaze! Walaupun ada kendala di steering, tapi lumayan masih bisa bersaing dan Alhamdulillah mendapat P2 di promotion class. Walaupun prestasi menurun dari seri pertama, tapi dengan kondisi mobil seperti itu dan kondisi badan kurang fit, Alhamdulillah masih bisa podium kedua,” tambahnya.

You may also like...

Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *