Misteri SK IMI Terkait Juara Nasional ITCR Max 2019

JAKARTA – Ikatan Motor Indonesia (IMI) sebuah lembaga tertinggi yang membawahi motorsport di Tanah Air, telah mengeluarkan keputusan resmi terkait siapa yang menjadi Juara Nasional ITCR Max 2019. Sebelumnya, polemik ini sudah reda setelah tim panel yang diutus resmi dari PP IMI mengeluarkan keputusannya pada Agustus/September lalu.

Namun, keputusan yang telah dirembukan oleh tiga orang panelis, akhirnya ‘diabaikan’ dan dianulir sendiri oleh IMI. Dengan kata lain, IMI sebagai regulator di Indonesia tidak memperhatikan nilai-nilai sportifitas yang senantiasa digaungkan dalam setiap gelaran balap di Tanah Air.

Padahal, sejak di keluarkannya surat hasil sidang panel, tidak ada satu pihak yang memprotes. Semua pihak serempak satu suara tidak ada yang mengganggu gugat hasil sidang tersebut. Baru beberapa waktu belakangan, setelah jagoan Toyota Team Indonesia, Haridarma Manoppo, menang di putaran ketujuh yang berlangsung di BSD, Tangerang, ada pihak yang seperti kebakaran jenggot dan mempermasalahkan keputusan sidang banding.

Di lain sisi, apa yang telah diputuskan oleh sidang panel, merupakan sebuah keputusan yang diambil secara serempak oleh ketiga panelis saat itu. Mereka telah melalui beberapa fase untuk memutuskan kasus tersebut, salah satunya adalah hearing kedua belah pihak. Sampai akhirnya keluarlah SK Team Panel Banding IMI Nomor : 159/IMI/SK – OR/PANEL.2/IX/2019.

Secara regulasi, memang tercantum bahwa pembalap yang didiskualifikasi jumlah poinnya hilang sampai saat ia dijatuhi hukuman diskualifikasi. Namun, alasan tersebut telah dijelaskan dalam SK Team Panel Banding, Di samping itu, hasil yang telah diputuskan oleh Team Panel Banding, sifatnya final dan mengikat. Sesuai dengan Pasal 62.1 dan Pasal 62.5.

Tak ayal, saat SURAT KEPUTUSAN KETUA UMUM IKATAN MOTOR INDONESIA PUSAT Nomor: 251/IMI/SK- KU/XII/2019 keluar, ini bagai petir di siang bolong bagi kubu Toyota Team Indonesia. Secara hitung-hitungan poin berdasarkan SK Team Panel Banding, mereka sudah secara sah menang dan mengumpulkan poin lebih banyak dari rival utamanya.

Akan tetapi, selebrasi tersebut akhirnya menjadi cerita pilu lantaran SK Team Panel Banding dianulir dan dengan tegas mengatakan bahwa poin Haridarma Manoppo hilang sehingga gelar Juara Nasional ITCR Max 2019 jatuh ke rival utamanya.

Bagi sebagian orang, ini memang terkesan janggal lantaran IMI seperti tidak mempedulikan apa yang telah diputuskan oleh tim panel banding. Satu misteri yang menjadi tanda tanya adalah, apakah ada kepentingan orang lain di balik putusan IMI? Ataukah memang ini sudah sesuai SOP yang berlaku di IMI yang berlandaskan nilai sportifitas seperti yang tertuang pada poin pertama dalam SURAT KEPUTUSAN KETUA UMUM IKATAN MOTOR INDONESIA PUSAT Nomor: 251/IMI/SK- KU/XII/2019.

You may also like...

Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *