Memet Djumhana: Saya Kecewa Caranya Seperti Ini

JAKARTA – Presiden Toyota Team Indonesia, Memet Djumhana, akhirnya angka bicara terkait SK IMI yang menganulir hasil sidang Tim Panel Banding beberapa waktu lalu.

Polemik yang terjadi pasca keluarnya Surat Keputusan IMI terkait Juara Nasional Indonesia Touring Car Race (ITCR) Max masih berbuntut panjang. Pasalnya, Toyota Team Indonesia, sebagai tim yang dirugikan atas SK tersebut melihat bahwa ada cara-cara yang tidak wajar atas keluarnya SK tersebut.

“Saya kecewa banget, keputusan itu aneh banget. Tapi daripada ada selisih dengan pihak lain, saya akan menempuh jalaur lain. Tapi itu belum bisa saya publish ke teman-teman. (Kecurangan) Itu nyata banget dan semua orang tahu duduk masalahnya, dan kok bisa seperti ini akhirnya,” ujar Memet Djumhana.

Bagi pria yang telah malang melintang di dunia motorsport ini, kalau Toyota Team Indonesia kalah denganĀ  cara yang wajar, itu bukan masalah. Namun yang terjadi, ada praktik kotor yang disinyalir menjadi landasan atas pengeluaran SK tersebut.

“Ini mah ngarang-ngarang (keputusannya). Kalau mau juara ya silakan saja ambil, tapi jangan seperti ini caranya, malu lah kalau kaya gini caranya,” tambah Memet Djumhana.

Jika Toyota Team Indonesia mau memprotes apa yang tejadi saat putaran terakhir yang digelar di BSD, Tangerang, bisa saja. Saat itu, Alvin Bahar dengan Honda Jazznya kedapatan underweight saat penimbangan usai melakukan kualifikasi.

Minim bobot yang diperbolehkan adalah 1.050 kg, namun saat penimbangan mobil dengan kelir merah dan hitam tersebut kurang dari bobot minimum, yakni 1.047 kg, artinya memang mobil tersebut underweight dan harus memulai balapan dari posisi paling belakang atau didiskualifikasi dan tidak bisa mengikuti balapan.

“”Dia underweight. Gini, intinya si Jepang (Toshio Obara dan Hori San) tidak mau ada banyak protes, walaupun ketahuan itu salah. Karena ini kan balapan, ya sudah balapan saja. Kalau sifatnya tidak terlalu signifikan, ya sudah biarin aja. Mereka (TRD Indonesia) tahu itu underweight,” pungkasnya.

Tapi apakah saat mobil underweight itu langsung ada penindakan? Tidak! Justru beberapa pihak mengklaim bahwa sensor timbangan rusak. Apabila rusak, mungkin empat mobil sebelum mobil Alvin naik ke timbangan, juga mengalami kerusakan, tapi keempat mobil tersebut tidak mengalami kesalahan dalam penimbangan.

Duh kalau sudah tidak sportif dan memihak pada salah satu kubu, gimana ke depannya ya motorsport Indonesia? Makin sepi atau? Hehee

You may also like...

Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *