Kesedihan Anandyo Dwiki di Bekasi

 

JAKARTA – Bagi Anandyo Dwiki, putaran keenam Kejurnas Slalom yang berlangsung di Bekasi, Jawa Barat, akhir pekan kemarin (26/10) memiliki kisah sendiri. Kisah yang dialami oleh peslalom yang akrab disapa Eki ini, bukan perihal keberhasilan di penghujung malam, tetapi ia justru sebaliknya, gagal mengamankan podium tertinggi untuk Kelas Seeded B.

Banyak faktor yang membuat Eki gagal di seri keenam ini, antara lain adalah aspal yang kurang proper, area yang sempit, hingga yang bikin sesak adalah menyenggol kun saat heat kedua dimulai. Akibatnya, dengan terkena kun, ia mendapat tambahan waktu dua detik dari waktu yang ia torehkan.

“Ceritanya rasa kecewa yang mendalam. Pertama karena agak kaget ketika dapat soal di Bekasi dengan tempat yang kecil, sampai akhirnya soal tersebut menjadi lebih rumit,” buka Eki dalam wawancaranya.

Meski demikian, di awal balapan Eki tetap memiliki optimisme yang besar. Hal tersebut ia wujudkan dengan masuk ke 20 peslalom tercepat dan menjadi peslalom yang fastest dengan menggunakan mobil sedan. Ketika heat kedua dimulai, Eki yang menggeber Honda Jazz, menyenggol dan menjatuhkan kun yang ada di lintasan, sehingga ia harus pasrah dan menerima hukuman tambahan waktu dari race director.

“Di heat satu dapat hasil yang lumayan memuaskan karena bisa masuk dalam 20 besar peslalom tercepat. Di A umum saya pakai Jaza dan enggak disangka-sangka bisa dapat fastest dengan mobil A Saloon. Di heat kedua yang benar-benar bikin kecewa, saat pakai Jazz saya kena kun dan itu memang karena kesalahan sendiri. Sedih banget dan kecewa yang pasti,” jelasnya.

Alih-alih ingin tampil maksimal saat heat final, Eki mengumpulkan kembali semangatnya untuk menempuh heat final. Tapi balik lagi, sebesar usaha apapun, ketika faktor keberuntungan tidak memihak, maka hasilnya tidak seperti yang diharapkan. Ditambahkan olehnya, perihal settingan mobil sejatinya sedang dalam kondisi yang baik karena telah disesuaikan dengan karakter sirkuit dan soal yang diberikan.

“Dan ternyataa rasa sedih serta kecewa itu masih belum bisa diobatin, karena di final heat masih juga belum bisa kasih hasil yang maksimal buat team. Ya dengan semua hal yang saya lewatin ini, bisa dibilang seri bekasi ini adalah seri yang amat sangat menyedihkan buat saya,” pungkas Eki.

You may also like...

1 Response

  1. Retno says:

    Semangattt mas Eki….masih ada lain waktu…

Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *