Gerry Nasution: Amaze With This Older

JAKARTA – Musim balap 2019 memiliki cerita baru bagi seorang Gerry Nasution, pembalap yang bernaung di bawah BMW Team Astra. Pada musim tersebut, Gerry, menambah lagi satu slot balapan yang dilakoni pada gelaran Indonesia Sentul Series of Motorsport (ISSOM).

Bukan mengenai jam terbang yang bertambah, tetapi pada artikel berikut sisi lain dari balapan tersebut yang akan dikupas. Bertepatan dengan itu, Gerry Nasution, juga menambah amunisi yang diturunkan untuk Kejuaraan Old Skool.

Gerry, pembalap yang juga memiliki passion di bidang diving dan photography ini, menurunkan mobil tua miliknya, BMW 2002, yang disebutnya sebagai seekor tikus karena bentuk yang mungil dibandingkan mobil lainnya.

Meski terbilang lawas, namun performa yang dihasilkan serta keandalannya di atas lintasan tidak membuat was-was. Justru sebaliknya, pembalap yang mengenakan nomor balap 53 ini begitu terkagum-kagum dengan performa yang dihasilkan dari mobil dengan kode E10.

“Selama setahun (2019), menyenankan sekali. Impresi saya terhadap mobil ini menyenangkan, mobilnya fun to drive, beratnya enteng banget, terus weight balance bagus, jadi dikasih mesin 2.000 cc bisa ngacir kemana-mana. Jadi setahun ini BMW 2002 baru tiga kali balapan, tapi dari tiga kali balap itu di kelas FFA (Free For All) kita (berada) di nomor satu selama tiga kali. Enggak disangka-sangka, karena mesin lawannya sudah di atas BMW 2002 saya,” jelasnya.

Salah satu alasan yang membuat Gerry begitu takjub dengan mobil tersebut adalah kredibilitas mesinnya yang tak lekang dimakan waktu. Bayangkan, sejak terakhir digunakan 2011 silam, mesin yang sekarang di tempatkan di ruang mesin, ternyata masih menyimpan tenaga yang sangat baik.

Tidak sampai di situ, kendala yang dihadapi juga tidak banyak dari mobil yang sudah bisa dikatakan masuk usia uzur. Menurut pengakuan Gerry, mobilnya tidak rewel, kendala yang dihadapi ketika balapan hanya seputar karburator dan suspensi.

“Pada prakteknya, enggak (ada masalah besar), cuma karena karburator aja yang sering disetting. Paling (kendalanya) karburator sama suspensi, thats it. Suspensi ini sebenernya masih bisa diimprove, karena belom 100 persen. Setelah didevelop lagi mungkin akan lebih enak lagi,” bebernya.

Meski demikian, Gerry, masih punya beberapa planning yang akan diterapkan pada BMW 2002 tersebut. Fokus Gerry pada mobil tersebut adalah untuk lebih memaksimalkan weight balance di mobil. Gerry mengatakan untuk bisa menghasilkan weight balance yang baik, dengan cara merubah posisi kemudi setir.

Berat mobil 900 kiloan, setelah kita timbang seharusnya kita bisa improve lagi untuk mengatur weight balance dengan cara kemudi setir dipindah ke sebelah kiri. Nextnya adalah pengen merubah posisi setir dari kanan ke kiri. Tapi dengan kondisi sekarang, paling setting suspensi yang lebih baik lagi,” pungkas Gerry Nasution.

You may also like...

Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *