Dilema Erwin Mancha yang Membawa Juara

JAKARTA – Erwin Mancha atau yang biasa disapa Abah di kalangan reli Indonesia, akhirnya berhasil mencapai targetnya untuk menjadi Juara Nasional Sprint Rally 2019 yang ketiga kalinya. Meskipun saat awal musim dirinya dilanda dilema, namun pencapaian tersebut berhasil membawanya ke puncak tertinggi pada ajang balap garuk tanah tersebut.

Di awal seri yang berlangsung di Serang, Banten, beberapa waktu lalu, Abah harus pasrah lantaran kalah dari pereli muda yang bernaung di bawah Banteng Motorsport, Iskra. Saat itu, Abah yang harusnya bisa mencapai podium tertinggi, harus ikhlas lantaran ada insiden sebelum start dimulai pada special stage terakhir. Dengan kondisi seperti itu, Abah tidak bisa memukul waktu untuk mengalahkan Iskra yang berada di posisi terdepan.

“Target di Serang (Banten) dapat poin penuh, tapi karena ada kesalahan pada waktu itu, jadi podium kedua. Untungnya selisih poin enggak jauh, hanya terpaut dua poin. Pas beda dua poin, akhirnya coba untuk ikut di rally Meikarta karena saya berpikir masih bisa bersaing. Misalkan dapat poin penuh (di Meikarta), (saya) bisa lanjut. Tapi kalau enggak dapat poin penuh, dipikirin lagi (ikut atau tidaknya di seri selanjutnya),” beber Abah.

Namun, selang beberapa waktu kemudian, Abah kembali berjibaku di atas lintasan tarmac. Rally yang berlangsung di Ciakrang, Jawa Barat, Abah dan Maman berhasil membalikkan keadaan, tentunya ini merupakan sebuah strategi jitu meskipun lawan-lawan yang dihadapi memiliki mobil yang lebih mumpuni. Wajar saja, lawan yang harus dihadapi adalah mobil-mobil balap touring yang kali ini berpartisipasi dan berpeluang untuk ‘mengacak-acak’ poin yang berada di klasemen sementara.

Erwin Mancha, pereli Best Parking Rally Team

“Di awal rally Meikarta ada sedikit kekhawatiran, karena pas kita melakukan hitungan mobil ada sekitar lima sampai enam mobil yang berpeluang untuk menghambat,” buka pereli yang bernaung di bawah Best Parking Rally Team, dalam wawancaranya.

Meski demikian, performa Corolla DX yang menjadi pacuan Abah tidak gentar sedikit pun. Pengalaman rally yang telah dilakoni Abah akhirnya menempatkan dirinya pada podium tertinggi. Dengan begitu, perolehan poin yang diraih Abah semakin mempertebal jarak antara ia dengan pereli yang ada di bawahnya. Salah satu kunci keberhasilan Abah menjadi Juara Nasional Sprint Rally 2019 adalah tekad serta kesiapan mobil yang mumpuni untuk mengarungi segala medan.

“Rahasianya yang pasti berusaha, bersabar, dan harus ulet serta mempersiapkan mobil semaksimal mungkin,” imbuhnya.

Corolla DX Mobil Rally Erwin Mancha

Selain sudah memegang Juara Nasional Sprint Rally 2019, Abah juga tinggal selangkah lagi untuk bisa mengawinkan gelar prestisius tahun ini. Pasalnya, untuk Kejuaraan Rally, saat ini Abah masih leading dan terpaut sekitar 10 poin dari pesaingnya, Iskra, yang berada di peringkat kedua klasemen sementara.

“Untuk sementara saya unggul 10 poin. Saya punya 25 poin, pereli di bawahnya ada 15 poin, selisih 10 poin. Tapi karena beda 10 poin, kalau dia ikut lagi di Rally Medan, masih belum aman juga. Kan kalau dia (podium) kesatu, dapat 10 poin, berarti kan impas poinnya. Dan dia juga dapat bonus poin, masih belum aman juga,” tukas Abah.

Juara Nasional Sprint Rally 2019, semakin menambah prestasi Erwin Mancha. Secara tiga tahun berturut-turut, mulai dari 2017 hingga 2019, pereli senior tersebut tidak terkalahkan. Selamat, Bah!

You may also like...

Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *