Demas Agil Ketagihan ‘Dikasarin’ Pembalap Jepang

Demas Agil, Photo by Agung Lawerisa

JAKARTA – Demas Agil, pembalap Toyota Team Indonesia yang baru saja merampungkan agenda tahunan untuk balapan di Jepang, berhasil memberikan hasil yang signifikan. Meski harus menjalani balapan dengan tensi yang tinggi, tetapi Demas Agil tidak kapok dan justru ketagihan untuk balapan di sana lagi.

Pembalap dengan gelar Juara Nasional 10 kali ini, mengatakan bahwa apa yang terjadi di lintasan saat mengarungi balapan kemarin, berbeda dengan yang dirasakan oleh dua pembalap Toyota Team Indonesia sebelumnya.

Berdasarkan penuturan Demas Agil, nilai ‘sopan santun’ pembalap Jepang yang ia hadapi akhir pekan lalu, berbeda dengan apa yang dirasakan oleh Haridarma Manoppo dan Alinka Hardianti saat beradu cepat dengan di atas lintasan Fuji International Speedway.

“Jalannya balapan sengit banget, ternyata pembalap Jepang agresif. Dalam artian, denger cerita Haridarma dan Alinka yang bilang pembalap Jepang sopan, ternyata enggak. Kemarin itu kejadian saat lagi straight (lintasan lurus), dan sedang side by side, mobil ‘diadu-aduin’, dan saat insiden itu terjadi, Dimitri Fitra (Manager Operational TTI) juga melihat di big screen. Mereka agresif dan body contact kayaknya sudah hal yang wajar, at the end bumper belakang sobek,” jelas Demas Agil, seperti dilansir ROCKOMOTIF.COM.

Demas Agil, Photo by Agung Lawerisa

Meski mendapat perlakuan yang sangat sengit dari lawannya, namun Demas Agil tidak baper alias memendam rasa dendam. Justru sebaliknya, hal tersebut menjadikan Demas Agil mendapat pelajaran baru di mana apa yang ia dapat saat balapan di Jepang, tidak ia dapatkan ketika balapan di Indonesia.

“Seru banget. Apa yang saya dapatkan di sini (Jepang), tidak saya dapatkan saat balapan di Indonesia. Dengan kejadian tersebut, saya justru ketagihan balap dengan mereka. Ini baru namanya fight, atmosfer balapan di sini juga seru banget,” tambah Demas yang berhasil menuntaskan balapan di posisi kelima.

Memang untuk mengarungi balapan di kaki gunung Fuji, Jepang, Demas Agil butuh banyak penyesuaian. Mulai dari karakter mobil yang berbeda dengan pacuannya di Indonesia, yakni Toyota Yaris, suhu saat balapan yang mendekati 3 derajat celcius, sampai karakter sirkuit Fuji International Speedway yang begitu tricky.

“Pelajaran yang didapat banyak banget, kalau dibicarain, banyak banget hal baru yang saya pelajarin, seperti mobil baru, trek baru, cuaca baru, dan cara manasin ban sebelum balap. Dan kalau bicara fightnya, seru banget. Tapi yang paling utama adalah adaptasi terhadap tracknya,” pungkas Demas.

You may also like...

Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *