Debut Anjasara Wahyu untuk Podium Kesatu

JAKARTA – Ini merupakan kali kedua bagi Anjasara Wahyu mengikuti ajang sprint rally di Tanah Air. Pembalap yang biasanya hanya balapan kurang dari satu menit ini, membuktikan kepiawaiannya di atas lintasan tanah Sirkuit Muara Bungo, Jambi, pada Kejurnas Sprint Rally putaran ketiga dan keempat 2019.

Tidak banyak yang berubah dari performa Anjasara Wahyu saat mengarungi dua seri Kejurnas Sprint Rally kemarin. Meski sempat dilanda nervous lantaran lawan yang jauh di atas dia pengalamannya, perlahan tapi pasti Anjas menyingkirkan satu persatu lawannya dan berakhir di podium pertama untuk Kelas F.1.

Berpasangan dengan Hongki Regina, Anjas merasa cocok. Pasalnya, ia beberapa kali diingatkan untuk fokus pada lintasan balap, tidak untuk melihat pergerakan lawan yang terlihat dari sisi kanannya. Hal ini ia ungkapkan dalam wawancaranya melalui telepon.

“Di seri keempat, gua start bareng sama Yoseph. Masuk tikungan, keluar tikungan, semua bareng. Di situ Om Hongki bilang, jangan nengok-nengok kanan, Njas. Dan hasilnya Puji Tuhan bisa unggul dari pereli senior,” jelas Anjas dengan malu-malu.

Anjas yang turun bersama The Beagle Jogjakarta menggunakan Etios Valco dengan perubahan spesifikasi mesin, berhasil menguasai podium pertama di dua seri yang dilangsungkan. Seri ketiga di Kelas F.1, Anjas juara satu. Selanjutnya, di putaran keempat yang digelar Minggu (20/10), Anjas dan Hongki kembali menikmati sensasi berada di podium tertinggi di antara seniornya.

“Seri ketiga podium pertama di Kelas F.1. Di Seri keempat, juga podium pertama di Kelas F.1,” tambahnya singkat.

Meski berhasil merengkuh podium pertama, Anjas bukan tampil tanpa beban. Menurutnya, untuk bisa bermain cantik di atas tanah Jambi ia harus benar-benar mempraktekan ilmu slalomnya. Bagi Anjas, ilmu slalom yang dimiliki sangat membantu ketika berada di balik kemudi Toyota Etios Valco berkelir putih – jingga.

“Kepake banget. Dari sisi masuk tikungan, remnya. Dan untungnya sudah familiar dengan karakter mobil Etios Valco, dan co-driver Om Hongki, dia bisa jaga ritme gua,” bebernya.

Di lain sisi, rasa nervous yang dialami memang tidak bisa dihindarkan. Berada dengan para senior di satu lintasan membuat Anjas sempat tidak pede. Ia merasa bahwa lawan-lawan yang dihadapinya tersebut merupakan sosok yang ia tonton saat kecil dulu.

“Ya intinya mereka kan senior semua, Gua belom punya pengalaman dan sedang cari pengalaman di reli. Jadi ibaratnya, mereka semua (pereli senior) sudah berada di level direksi, gua cuma staff biasa. Jadi begitu sampai sirkuit gua ngerasa minder aja,” pungkas kekasih Maria ini.

You may also like...

Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *