Arce Meyer: Kita Harus Bahagia Menyikapinya

JAKARTA – Topik mengenai virus corona yang menjangkit Tanah Air masih menjadi hal paling hangat yang diperbincangkan dalam beberapa waktu terakhir. Melihat banyaknya agenda balap yang ditunda atau dibatalkan terkait hal tersebut, saya menghubungi mekanik kenamaan, Arce Meyer, untuk memberikan pandangan terkait hal tersebut.

Tidak cuma satu cabang balap yang harus ditunda lantaran pandemi corona ini, tetapi ada lebih dari tiga yang harus dikorbankan lantaran ‘terinfeksi’ virus corona ini. Sebut saja, gymkhana, touring, sprint rally, dan speed offroad, semua tim, pembalap, dan penyelenggara harus menahan diri terkait hal tersebut.

Hal ini langsung diputuskan langsung oleh Pengurus Pusat Ikatan Motor Indonesia (PP IMI) lewat secarik kertas putusan yang dikeluarkan pada 16 Maret lalu dan ditandatangani oleh Sadikin Aksa, selaku Ketua Umum IMI.

Dari kacamata seorang Arce, memang penyakit ini bukanlah hal yang diinginkan oleh semua orang, melainkan sebuah wabah yang sudah terjadi sejak tiga bulan belakangan. Meski demikian, pimpinan Whooosah Tuning dan Whoosah Management ini, mengatakan bahwa kita harus menerima keputusan meskipun balapan sudah di depan mata.

“Permasalahan covid-19 ini, bukan keinginan kita semua. Dan memang membahayakan untuk umat manusia. Maka dari itu kita harus mengikuti peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah,” buka Arce, dalam pesan singkatnya.

Arce Meyer, Tuner Whooosah Tuning

Meskipun demikian, Arce, tetap realistis. Ada sektor yang harus dikorbankan dengan adanya penundaan atau pembayalan jadwal balap. Mungkin, bukan hanya Arce yang merasakan pemasukannya berkurang, tetapi, ada beberapa ‘Arce’ lagi di luar sana yang sepakat tapi enggan mengungkapkan.

“Kalo secara bakul nasi (pendapatan/pemasukan) mah jelas merugikan kita insan balap. (Apalagi) kalo buat kami para bengkel, artinya no cuan (gak ada untung). Akan tetapi saya ikhlas apapun keputusannya. Jalanin semua ini dengan hati bahagia aja dan dinikmati. Semua akan indah pada waktunya,” beber Arce, yang menangani beberapa mobil balap di ajang balap nasional ini.

Kecewa sudah pasti, pendapatan berkurang, dan lahan eksperimen pun juga demikian. Andai balap tetap berjalan, tentu Arce bisa mengkalkulasi performa mobil balapnya, meskipun dengan catatan ketika balapan nanti sudah bisa dilangsungkan Arce tetap bisa dilihat performanya, namun ada perbedaan esensi.

Ibaratnya, ketika kita sudah janjian sama wanita idaman. Lalu pas hari H, ada hal yang membatalkan atau menunda pertemuan kita dengan cewe tersebut, kecewa pasti, tapi tetap harus ikhlas menerima kenyataan seperti itu.

Dengan segala kondisi tersebut, Arce, merasa bahwa penundaan atau pembatalan, sudab menimbang dan memperhatikan beberapa aspek keselamatan demi semua warga negara.

“Untuk insan otomotif saya rasa, event-event yang ditunda itu untuk kepentingan kita bersama. Mengingat wabah ini sangat bahaya. So, bahagia aja lah kita menyikapinya,” pesan Arce di penghujung pesannya.

You may also like...

Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *