Alvin Bahar Merebut Takhta di Putaran Kelima

BOGOR – Asa Alvin Bahar, pembalap Honda Racing Indonesia untuk bisa mengalahkan Haridarma Manoppo, pembalap Toyota Team Indonesia, akhirnya terwujud. Alvin berhasil merebut takhta juara dari Haridarma di putaran kelima.

Setidaknya, Alvin Bahar dan Honda Racing Indonesia, membutuhkan waktu satu setengah musim untuk bisa mencapai titik ini. Sepanjang lima putaran yang berlangsung pada musim ini, Alvin harus mengumpulkan banyak data agar bisa memberikan perlawanan kepada Toyota Team Indonesia. Salah satu resepnya adalah, Alvin menggunakan mesin yang lebih mumpuni, yakni DOHC.

Setelah pengadopsian mesin tersebut, ayah dari Avila Bahar ini, tidak serta merta langsung bisa ngacir meninggalkan Haridarma dan Demas Agil, tetapi ia juga terus melakukan pengembangan dan riset terhadap mesin tersebut. Sebab, dengan penggunaan mesin DOHC, Alvin dan Koh Iman (tuner Honda Racing Indonesia), juga harus berputar otak agar performa mesin tersebut semakin maksimal.

Kedigdayaan Alvin Bahar memang sudah terlihat sejak balapan dimulai pada Minggu (13/10) siang. Alvin yang berhasil meraih super pole, berhak balapan dari baris paling depan. Sedangkan rivalnya, Haridarma dan Demas, harus memulai dari posisi dua dan tiga.

Alvin melakukan start yang bagus, ia sukses memberikan jarak kepada duo TTI tersebut. Sepanjang balapan yang berlangsung 12 putaran, tak sedikitpun Haridarma ‘mengusik’ Alvin Bahar yang melenggang sendirian untuk memimpin jalannya balapan.

Menurut Alvin, ia merasa ada yang tidak beres dengan Toyota Team Indonesia. Ia merasa janggal dengan waktu yang ditorehkan oleh Haridarma lantaran berbeda dari sebelum-sebelumnya. Berdasarkan informasi yang saya terima, Haridarma sempat mengemas waktu tercepat satu menit 50,1detik. Sedangkan saat kualifikasi sampai balapan, catatan waktu tersebut semakin mundur.

“Haridarma itu (catatan waktunya) sempat satu menit 50,1detik, kayaknya problem saat balapan,” ujar Alvin Bahar ketika ditanya mengenai performa Toyota Team Indonesia.

Podium pertama Alvin Bahar di putaran kelima Kejurnas ITCR Max 2019

 

Sebelum balapan dimulai, saya sempat menghubungi Alvin melalui telepon. Dalam perbincangan saya dengan penyabet gelar Juara Nasional 7 kali tersebut, ia enggan jumawa bahwa bisa menang setelah meraih pole position. Alvin berdalih bahwa ‘perang’ di lintasan belum dimulai, sehingga ia tidak bisa melihat atau memprediksi akan seperti apa.

“Jadi, kalau hari ini (13/10) kita sebenarnya masih 50:50, menang apa enggak. Kita sih, berbeda dengan yang lain. Mungkin orang berpikirnya harus menang, tapi kita enggak, kita lagi mau lihat (performa) mobil. Kita membaca peta kekuatan,” tambah Alvin.

Riset Honda Racing Indonesia terhadap mesin DOHC yang saat ini digunakan oleh Alvin Bahar, memang belum berada di titik maksimal. Masih ada beberapa hal lagi yang perlu disesuaikan agar bisa tampil lebih gahar. Meski demikian, Alvin sudah memiliki modal untuk kembali berperang di atas lintasan bersama rival utamanya, Haridarma Manoppo untuk meraih takhta tertinggi sebagai Juara Nasional 2019.

Pasalnya, setelah meraih podium pertama di putaran kelima kemarin, posisi di papan klasemen sementara Alvin unggul 7 poin dari Haridarma Manoppo. Setidaknya, ada secercah harapan bahwa perebutan Juara Nasional masih terbuka untuk Alvin Bahar.

“Untuk seri depan (seri keenam) kita mau planning, declare, bahwa mobil kita improve dan kita mau juara.  Semoga tahun ini bisa meraih gelar Juara Nasional lagi,” pungkas Alvin.

You may also like...

Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *