Advannov Kurang Puas, Siapkan Strategi Baru untuk Musim 2020

JAKARTA – Pereli Tanah Air, Advannov yang disponsori oleh Mobil1™ merasa kurang puas dengan musim balap 2019. Hal ini dikatakan Advan terkait satu dan lain hal yang menyebabkan ia tampil tidak maksimal.

Jika dihitung dengan jari, Advannov yang musim 2019 bertandem dengan Jordan Johan, memang hanya mengikuti dua seri kejuaraan nasional (Kejurnas) di Medan, Sumatera Utara, dan satu kejuaraan sprint rally yang diselenggarakan di Cikarang, Jawa Barat.

Di awal musim, Advan yang setia dengan Corolla FX GT berkelir birunya memang telah mencanangkan untuk mengikuti seri rally panjang, dan tidak berniat untuk ikut dalam sprint rally. Tetapi, keyakinan tersebut goyah dan pada penghujung musim 2019, ia memutuskan untuk turun di sprint rally.

“Niatan awal mau ikut rally panjang aja, enggak ikut yang sprint rally. Cuma ternyata pas di rally panjang, kita gak bisa tampil maksimal waktu di Medan, jadi berimbas pada poin jelek karena finish kelima semua,” jelas Advan di awal pembicaraannya.

Saat tampil di Rambong Sialang, Medan, Sumatera Utara, Advan memang cukup gambling dengan persiapannya. Mengingat lintasan Rambong Sialang cukup menantang, ia tidak tampil seperti biasanya yang mampu menguasai podium.

Akhirnya, berbekal hasil tersebut poin yang seharusnya bisabia amankan bersama Jordan Johan, terpaksa buyar dan posisi di klasemen sementara tidak terlalu bagus.

Salah satu yang menjadi kendala Advan musim lalu adalah masalah langganan yang kerao dihadapinya ketika balapan. Kesiapan teknis mobil yang meliputi mesin, kaki-kaki dan tetekbengek lainnya, terus menghantuinya.

“Tapi untuk seri tiga rally gua gak ikut karena poin sudah jauh dan biaya juga sangat mahal. Dan kendala lainnya adalah mengejar lawan dengan mobil berkapasitas 1.600cc. Tapi ya mau gimana, gua pengen maksimal dengan 1.600 cc,” tambahnya.

Padahal, menurut pandangan pribadinya, saat melakoni sprint rally di Meikarta, mobil yang diberi nama Lola ini sudah memberikan hasil yang baik. Tapi, apa mau dikata, persoalan mesin memang menjadi salah satu hal yang tidak bisa ditebak.

“Di Meikarta, sebetulnya mobil sudah oke, cuma mesin agak gelitik. Dan akhirnya gue set up ulang di bagian distributornya. Hasilnya, berhasil finish ke-8,” beber Advan.

Berbekal apa yang ia alami di musim lalu, untuk persiapan musim depan, Advan, trlah merencanakan beberapa pengembangan dari mobilnya. Tentunya, salah satu hal yang harus dibenahi adalah sektor mesin, serta kaki-kaki agar dapat tampil lebih maksimal pada musim 2020.

“Persiapan untuk tahun 2020, engine mau upgrade sedikit. Dan balik lagi, kita akan lihat apa yang memungkinkan untuk dikejar dan dikembangakn dari mobil ini,” pungkasnya.

You may also like...

Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *