Pesta Juara yang Tertunda

JAKARTA – Toyota Team Indonesia masih menunggu keputusan Ikatan Motor Indonesia (IMI) terkait pengumuman hasil Juara Nasional Indonesia Touring Car Racing (ITCR) Max 2019. Jika melihat hasil yang telah ditorehkan oleh Haridarma Manoppo, secara de facto, tim yang dinahkodai oleh Memet Djumhana, berhak membawa pulang gelar prestisius tersebut.

Namun, tim pabrikan tersebut harus sedikit gusar lantaran ada pihak yang ingin menggagalkan keberhasilan Toyota Team Indonesia setelah meraih kemenangan mutlak saat gelaran BSD Grand Prix yang dilangsungkan akhir pekan lalu (1/12).

Jika melihat perhitungan poin, Haridarma Manoppo, telah keluar sebagai juara. Terlebih, poin yang dikumpulkan oleh pembalap berdarah Manado tersebut sudah unggul dari rival utamanya, Alvin Bahar yang bernaung di bawah Honda Racing Indonesia.

Kendati demikian, masih ada pihak yang menginginkan gelar Juara Nasional berpindah tangan. Hal tersebut terbukti dari beberapa kabar yang mengatakan bahwa ada pihak lain yang tidak setuju dengan hasil sidang panel yang telah dikeluarkan beberapa bulan lalu.

Terasa aneh memang, meskipun berdasarkan regulasi yang ada, pembalap yang dijatuhi sangsi diskualifikasi kehilangan poin, tapi pada kasus yang membenani Toyota Team Indonesia, sudah jelas bahwa tim panel telah mengambil keputusan yang mutlak, yakni penghapusan poin hanya dilakukan untuk putaran keempat saja.

Selebrasi Toyota Team Indonesia

Berikut petikan putusan sidang panel saat Toyota Team Indonesia didiskualifiaksi:

  1. Menolak pengajuan banding dari peserta nomor start 39
  2. Uang jaminan tidak dikembalikan sesuai dengan PNOKB Pasal 61 ayat 61.3
  3. Meningat sejak balapan tahun 2018 hal ini sudah diperiksa dan lulus, maka peserta nomor 39 dibebaskan dari Sanksi Peraturan Balap Mobil IMI 2019 pasal 3 : Apabila peserta yang terbukti melanggar peraturan teknik ini akan didiskualifikasi, dan semua poin kejurnasnya pada musim balap yang berjalan yang telah dicapai sampai saat ini terjadinya pelanggaran otomatis akan dihapus.

“Jadi kalau menurut logika saya, keputusan yang diambil oleh panelis banding, sudah keputusan yang terbaik untuk semua. Apapun keputusannya, ada pro dan kontra, jadi menurut saya alangkah baiknya ya semuanya menahan diri dan mengacu pada keputusan tim panel. Karena masalahnya sudah lama, kenapa harus di up lagi,” ujar sumber terpercaya yang saya hubungi.

Padahal jika dirunut ke belakang lagi, pasca putusan panel tersebut, Toyota Team Indonesia, tidak serta merta langsung menang lagi pada putaran kelima. Toyota Team Indonesia harus menelan kekalahan lantaran ada penyesuaian terhadap komponen yang dianggap bermasalah oleh pihak tertentu.

Andai keputusan tersebut bisa dianulir secara sepihak, apakah tidak mempertaruhkan nama besar Ikatan Motor Indonesia (IMI). Terlebih, upaya untuk menganulir tersebut hanya untuk kepentingan sepihak. Dan secara jelas, apa yang ingin dituntut oleh pihak lain adalah penghilangan poin Toyota Team Indonesia.

You may also like...

Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *