Ada Juara Di Balik Duka Mirza

BOGOR – Mengutip sebuah pepatah yang mengatakan ‘Dalam balapan hal apa pun bisa terjadi’ telah dialami oleh pembalap muda, Mirza Putra Utama. Setelah lima seri hampir tampil tanpa masalah, pada putaran kelima gelaran Indonesia Sentul Series of Motorsport (ISSOM), Mirza mengalami hal yang tidak mengenakkan.

Bukan mengenai perkara hilangnya seluruh poin akibat diskualifikasi yang dijatuhkan oleh Komisi IMI, tetapi ada hal lain yang memberatkan Mirza untuk melakukan balapan yang digelar Minggu (13/10) kemarin. Mesin yang dipasangkan pada Toyota Yaris bernomor 101, mengalami kerusakan saat sesi latihan bebas.

Kondisi tersebut membuat pusing seluruh tim, bukan hanya tuner yang diperankan oleh Anton Hudijana, tetapi Mirza, sebagai ujung tombak tim, juga merasa kesal atas insiden tersebut. Pasalnya, menurut Mirza, dalam sesi latihan bebas tersebut, menjadi momen kunci untuk bisa mendapatkan settingan terbaik.

“Yang pasti kesal, karena saat sesi latihan bisa dimanfaatkan unuk mencari settingan terbaik untuk mobil,” ujar Mirza singkat melalui Whatsapp.

Tapi tenang dulu, persoalan akhirnya beres diselesaikan oleh Anton Hudijana. Mesin 2NR yang mengisi slot rangka, berhasil diperbaiki dalam waktu kurang dari 24 jam. Tim Asco Motorsport bekerja keras untuk bisa membangkitkan semangat Mirza agar mendapatkan hasil terbaik saat balapan.

Saat sesi kualifikasi dimulai, rupanya performa mesin masih belum berangsur baik. Mirza harus terhenti saat sesi kualifikasi lantaran throttle body error, sehingga ia harus masuk lagi ke pit untuk menyelesaikan kerusakan tersebut. Mirza pasrah harus memulai balapan dari baris paling belakang untuk Japan Super Touring Championship (JSTC).

Tim kembali bergerak cepat untuk melakukan perbaikan, hasilnya, Mirza kembali ambil bagian pada kualifikasi Kejurnas Indonesia Touring Car Race (ITCR) Max. Pada sesi tersebut, Mirza sebetulnya berpeluang untuk bisa masuk dalam rombongan pembalap yang memperebutkan superpole, namun karena ada satu dan lain hal, ia harus kembali berserah diri dengan memulai balapan dari posisi enam.

Pertarungan terberat Mirza adalah saat balapan Japan Super Touring Championship, di mana ia harus memulai balapan dari paling belakang, dan harus merangsek naik untuk bisa menggapai podium. Lap demi lap, pembalap yang masih berusia 15 tahun ini berhasil tampil apik, ia sukses menyalip beberapa mobil lawan. Sampai bendera finish dikibarkan, Mirza menempati podium ketiga untuk kelas Production 2 bersama Haridarma Manoppo dan Demas Agil dari Toyota Team Indonesia.

“Tapi Alhamdulillah semua berjalan lancar meskipun saat balapan JSTC harus mulai dari barisan paling belakang, Enggak ada rasa takut mesin rusak lagi, karena kan sebelumnya sudah diperbaiki dan sudah diganti part-part yang baru, jadi ya sudah, gas aja!,” tambah Mirza.

Bagi Mirza, kesulitan apa pun yang ia terima di putaran kelima ini hanya sebuah rintangan kecil, pekerjaan terberatnya adalah mengantisipasi lawan yang berada di satu arena sirkuit. Ia percaya, dengan kerja keras dan kesungguhan, hasil yang dicapai pun akan begitu manis.

“Pelajarannya adalah walaupun start dari belakang, harus tetap berusaha ke depan jadi enggak ada yang enggak mungkin,” tandasnya.

You may also like...

Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *